Sabtu, 19 Mei 2018

PENGHIBURAN KETIKA DALAM PERGUMULAN

Bacaan Alkitab: Mazmur 63:1-9

Mazmur ini menggambarkan karakter atau kehidupan rohaninya Daud sekaligus sebagai sebuah pengakuan iman yang dalam setelah ia merenungkan penyertaan TUHAN dari tempat pembaringannya (Ay. 7). Pada saat Daud menulis Mazmur ini, ia sedang mengalami kekosongan jiwa seperti yang ia gambarkan, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair (Ay. 2).

Daud mengambarkan dirinya demikian karena pada saat itu ia sedang dalam pergumulan dan dikerjar-kejar oleh Saul untuk membunuhnya, sehingga pada akhirnya ia berada dalam sebuah tempat yang disebut dengan padang gurun Zif, di sana ia berlindung di balik bukit-bukit dan pengunangan, Maka Daud tinggal di padang gurun, di tempat-tempat perlindungan. Ia tinggal di pegunungan, di padang gurun Zif. Dan selama waktu itu Saul mencari dia, tetapi Allah tidak menyerahkan dia ke dalam tangannya.” (1 Sam. 23”14; bdk. Mzm. 63:1). Di Sinilah Daud merasakan kasih dan pemeliharaan TUHAN yang membawa ia membuat sebuah pengakuan iman kepada-Nya (Ay. 3-6).

Setelah Daud merenungkan semua yang telah terjadi, luput dari tangan Saul yang hendak membunuhnya, ia menyadari bahwa itu semua karena pekerjaan tangan TUHAN. “Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai. Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.” (Ay. 7-9).

Ini akan menjadi pelajaran dan penghiburan bagi kita di saat-saat kita sedang mengalami pergumulan. Mari kita lihat bagaimana Daud menyadari pertolongan TUHAN dalam hidupnya. Daud menyatakan bahwa;

1.    Tuhan Adalah Satu-Satunya Sebagai Penolong (Ay. 8).

Kalimat Sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku…” adalah sebuah kalimat yang menyatakan bahwa TUHAN adalah satu-satunya penolong. Daud memiliki 600 0rang yang menyertainya (1 Sam. 23:13), namun Daud tidak menyebut 600 orang itu sebagai penolongnya bahkan kemampuannya sendiri tidak. Ia menggunakan kata-kata khiasan untuk menggambarkan pertolongan TUHAN, “… dalam naungan sayap-Mu aku akan bersorak-sorai” (Ay. 8b).

Sayap adalah kata khiasan yang memiliki arti pelindung. TUHAN menolong Daud dengan cara melindunginya dari jeratan musuh atau dari tangan Saul yang hendak membunuhnya.

Kita ambil sebuah contoh bagaimana anak ayam melindungi anak-anaknya dari bahaya, baik dari bahaya binatang buas lainnya maupun dari keadaan musim yang buruk, yaitu badai, hujan, dingin panas dan lain sebagainya. Ayam akan menjaga anak-anaknya dengan melindungi di bawah kedua kepak sayapnya, dan anak-anaknya akan merasakan hangatnya dekapan kasih sayang induknya.

Demikianlah Tuhan sebagai penolong kita. Bahkan Ia dapat melakukan lebih dari itu, saat-saat kita sedang mengalami pergumulan. Kalau hewan saja memiliki insting yang begitu kuat untuk melindung anak-anaknya dari bahaya apalagi TUHAN yang mengasihi kita. Kalau TUHAN sudah melakukan-Nya kepada Daud, TUHAN juga akan melakukannya bagi kita. Dan kita akan berkata seperti Daud berkata, sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku. Kita tidak perlu ragu untuk menjadikan TUHAN sebagai satu-satunya penolong dalam hidup kita. Mari kita jadikan pertolongan TUHAN sebagai satu-satunya penghiburan ketika kita menghadapi pergumulan.

2.    Tuhan Adalah Satu-Satunya Sumber Kekuatan (Ay. 9).

… tangan kanan-Mu menopang aku”. Kata “menopang” diterjemahkan dari kata Ibrani “tamak” yang berarti menyokong, menyangga, menegakkan, membenarkan, menguatkan dan menjunjung. Inilah yang TUHAN lakukan terhadap Daud.

Ada beberapa pohon pisang ketika berbuah tidak mampu menopang berat buahnya dengan batangnya yang kecil dan tinggi. Ketika pisang itu berbuah maka batangnya akan membungkuk mengikuti tekanan beratnya buah. Kalau tidak ditopang dengan tiang penyangga supaya tetap kuat dan tegak maka pisang itu kemungkinan besar akan rubuh.

Tujuannya untuk ditopang adalah supaya menjadi tegak dan kuat, tidak jatuh dan rubuh karena beban berat, “Tetapi mereka menjadi berkurang dan membungkuk oleh sebab tekanan celaka dan duka.” (Mzm. 107:39).

Pergumulan membuat kita menjadi lemah dan kehilangan kekuatan, “Siapakah yang bangkit bagiku melawan orang-orang jahat, siapakah yang tampil bagiku melawan orang-orang yang melakukan kejahatan? Jika bukan TUHAN yang menolong aku, nyaris aku diam di tempat sunyi. Ketika aku berpikir: "Kakiku goyang," maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku.” (Mzm. 94:16-18).

Daud pada saat berada di padang gurun Zif tentu merasa lemah dan lelah, disitulah ia merasakan kekuatan Tuhan yang menopangnya sehingga tidak menjadi lemah. Itulah sebabnya ia berkata, “…tangan kanan-Mu menopang aku”. Hal ini juga diimbangi dengan imannya Daud yang tidak pernah melupakn TUHAN, jiwaku melekat kepada-Mu…”. (Ay. 9a).

KESIMPULAN:

Ketika Daud menyadari melalui perenungannya bahwa TUHAN telah menolongnya dan memberi kekuatan ketika ia menghadapi pergumulan, Daud larut dalam penyembahan kepada TUHAN seraya menyatakan kerinduan hatinya yang mengalami kekosongan. Dia mengarahkan pandangannya kepada TUHAN dan menyadari betapa besarnya kasih TUHAN bahkan melebihi dari hidupnya (Ay. 2-6).

Daud menyatakan bahwa TUHAN yang menolongnya adalah satu-satunya sumber pertolongan dalam pergumulan dan sumber kekuatan dalam kelamahan. Pengalamannya bersama dengan TUHAN telah menjadi penghiburan bagi Daud bahwa TUHAN setia dalam pemeliharaan-Nya.

Pengalaman Daud ini akan menjadi penghiburan bagi kita juga sebagai umat TUHAN, bahwa Ia akan menjadi penolong dan kekuatan kita ketika kita menghadapi pergumulan hidup. mari kita tautkan hati kita kepada-Nya sebagaimana jiwanya Daud melekat pada TUHAN. TUHAN Memberkati. #KetutMardiasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar