Selasa, 25 September 2018

BERJALAN MENGIKUTI PROSES

Bacaan Alkitab: 1 Kor. 10:13

A. PENDAHULUAN

Berbagai cara pandang orang terhadap Pencobaan

1. Sebagai Suatu Bagian Dari Kehidupan Yang Memang Harus Terjadi (Orang cenderung bermasa bodo/ tidak terlalu memikirkan, biarlah mengalir begitu saja namun tidak ada peduli tujuannya).

2. Sebagai Masalah Yang Mengganggu dan Melemahkan (Orang cenderung terlarut Dalam Duka dan Pergumulan yang mendalam).

3. Sebagai Sebuah Proses Untuk Sampai Kepada Kehidupan Yang Lebih Baik. (Masih memiliki rasa optimisme dan memandang Pencobaan Sebagai Batu Lompatan).

Bagaimana Cara Pandang Kita? Kalau kita melihat kepada ajaran Alkitab, pencobaan adalah sebuah proses. Proses hingga kita sampai pada puncak pergumulan, di mana Tuhan akan menunjukkan kebesaran dan kuasa-Nya untuk membawa kita pada pemulihan secara spiritual. Oleh Karena itu, kita terus berjalan mengikuti proses itu sekalipun tantangannya berat dan melelahkan, menguras banyak energy.

B. MENGIKUTI PROSES

Rasul Paulus meengajar kita untuk mengikuti proses itu dengan sebuah keyakinan bahwa:

1. Tuhan Akan Menyertai Kita.

Allah Itu Setia. Artinya bahwa Allah tidak akan meninggalkan kita berjuang sendiri melewati masa-masa sulit. (bdk. Ib. 13:5b).

Kesetiaan Tuhan tidak bergantung pada keadaan baik buruknya situasi dan kondisi, tidak bergantung pada musim, dan tidak juga bergantung pada kehendak dan keinginan manusia.

2. Tuhan Memahami Batas-batas Kemampuan Kita.

Peencobaan itu adalah pencobaan biasa yang tidak melampau batas-batas kemampuan manusia.

Allah yang menciptakan kita, Ia tahu siapa, apa, dan bagaimana kita. Allah tidak meenciptakan sesuatu setara dengan diri-Nya, tetapi memiliki batas-batas supaya mereka bergantung kepada penciptanya dan memuliakan-Nya. Namun bukan berarti Allah akan diam saat-saat kita berada pada puncak pergumulan. Allah akan membawa kita jauh lebih tinggi namun tidak akan menghempaskannya kembali, melainkan ia menunjukkan kebesaran kuasa-Nya yang mahadahsyat.

3. Tuhan Akan Menolong Kita.

Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggunya.

Ketika Tuhan membawa kita kepada puncak pergumulan atau pencobaan, Ia mau supaya kita tahu bahwa Ia lebih besar dari masalah kita, Ia lebih besar dari pegumulan dan kebutuhan kita. Ia akan menuntun kita kembali menemukan kehendak-Nya melalui jalan keluar yang ditunjukkan-Nya.

C. KESIMPULAN
Proses adalah cara Tuhan untuk menolong kita bertumbuh dalam iman dan memahami rencana-Nya bahwa Tuhan menyertai kita, mengerti dan menolong kita.

D. PENERAPAN
Mari ubah paradigma kita tentang pencobaan, mari jalani pencobaan itu sebagai sebuah proses. Anggaplah pencobaan itu sebagai suatu kebahagiaan (Yak. 1:2). Tuhan Yesus memberkati.

Minggu, 09 September 2018

KEADILAN ALLAH

Bacaan Alkitab: 2 Tes. 1:3-11

A. PENDAHULUAN
Tuhan menyatakan kehendak-Nya bukan berdasarkan asumsi manusia. Tuhan pasti akan melakukan ini dan itu berdasarkan apa yang dipandangnya baik tanpa mengerti kehendak-Nya secara benar. Bahkan ada orang yang hidupnya bertentangan dengan kehendak Tuhan berani berkata dan melakukan pembelaan diri bahwa Tuhan itu penuh kasih dan penyayang, Tuhan pasti akan membelanya walaupun ia sudah berlaku tidak benar.

Tuhan tidak dapat diatur oleh kehendak dan keinginan manusia. Tuhan melakukan kehendak-Nya berdasarkan pada cara-Nya yang terbaik untuk menyatakan kasih dan keadilan-Nya pada manusia. Dengan keadilan Ia menghukum dan dengan kasih Ia menyatakan kebaikkan-Nya. Artinya Allah yang penuh kasih bukan berarti tidak menghukum dan Allah yang adil bukan berarti Ia memberikan hak-hak yang sama kepada orang benar dan kepada orang berdosa.

Dalam pembacaan Alkitab hari ini, kita diberikan sebuah pandangan atau pengertian bagaimana Allah yang adil itu bertindak. Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Tesalonika bahwa jemaat di Tesalonika bukan saja mendapat peenghargaan tertinggi karena pertumbuhan iman mereka kepada Tuhan dan kasih kepada sesama jemaat (Ay. 3), tetapi Paulus juga menyatakan bahwa mereka layak  di hadapan Allah, yaitu dilayakkan menjadi warga kerajaan Sorga oleh karena keteguhan dan ketabahan mereka dalam menghadapi penganiayaan dan penindasan (Ay. 4-5), dan menghukum orang-orang yang hidupnya tidak tertib dan melawan kehendak Allah (Ay. 8-9).

B. KEADILAN ALLAH
Mari kita melihat lebih dalam lagi tentang keadilan Allah. Bagaimana Allah bertindak menyatakan keadilan-Nya?

1. Memberikan Reward Kepada Orang-Orang Yang Telah Berjuang Dalam Iman Kepada Tuhan dan Kasih kepada Sesama (Ay. 3-5).

Reward atau penghargaan yang jemaat Tesalonika terima dikatakan sebagai wujud keadilan Allah kepada mereka yang telah berjuang dalam iman kepada Tuhan dan yang telah memelihara kesatuan dalam kasih kepada sesama.

Iman dan kasih mereka bertumbuh, bukan saja membuat Rasul Paulus merasa sangat bangga sehingga ia "wajib mengucap syukur" (Ay. 3), tetapi juga menobatkan mereka sebagai orang-orang benar di hadapan Allah sehingga mereka layak menjadi warga Kerajaan Allah (Ay. 5). Ini adalah sebuah prestasi yang sangat membanggakan dan sekaligus menjadi pengharapan kekal.

Pertanyaannya, Apakah kita sudah berjuang dalam iman kepada Tuhan dan sudah menjaga kesatuan kasih dengan sesama kita? sudah layakkah kita mendapat penghargaan menjadi warga Kerajaan Allah? Mari kita terus berjuang sampai kita layak menerima keadilan Allah.

2. Menghukum Orang-Orang Berdosa dan yang tidak tertib Dalam Iman Kepada Tuhan (Ay. 5-6, 8-9).

Setelah menyatakan bahwa jemaat di Tesalonika layak mendapat reward dari Tuhan, Paulus mau supaya mereka tetap stabil dalam iman kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Ia menyatakan bahwa orang-orang berdosa dan orang-orang yang tidak tertib dalam iman akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya (Ay. 9).

Apakah artinya itu, bahwa Tuhan tidak mengasihi mereka. Tidak, Allah mengasihi mereka namun mereka telah memilih jalannya sendiri yaitu hidup mengikuti kemauan dan kehendaknya sendiri dan lepas dari kontrol firman Allah atau Injil Kristus. Kasih bukan berarti tidak menghukum dosa. Jika Allah yang Kasih itu tidak menghukum dosa berarti Allah sudah berlaku tidak adil.

Rasul Paulus sudah menjelaskan bagaimana Allah memberi keadilan. Hukuman yang dilakukan Allah juga merupakan wujud keadilan Allah, dan memberikan kelegaan kepada orang-orang tertindas (Ay. 6-7).

Semua orang yang hidup benar yang telah berjuang pada jalan kebenaran akan dimuliakan pada waktu Kristus menyatakan diri-Nya (Ay. 10-12).

Pertanyaannya, Apakah pilihan kita? Berjuang dalam iman walaupun penuh tantangan namun akhirnya kita dilayakkan di hadapan Tuhan atau terus bertahan dalam kehidupan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan yang pada akhirnya kita binasa?

C. KESIMPULAN
Allah menyatakan keadilannya dengan memberikan reward atau penghargaan kepada mereka yang telah berjuang dalam iman dengan melayakkan menjadi warga Kerajaan Allah. Allah menghukum mereka yang hidup tidak tertib dalam iman yang berujung pada kebinasaan sampai selama-lamanya.

D. PENERAPAN
Sebagai orang-orang percaya kepada Tuhan dan yang sudah mengenal kebenaran Injil Kristus, mari kita terus berjuang walaupun harus menderita, sebab Tuhan pasti menyatakan keadilan-Nya kepada orang-orang yang tertindas dan menghukum mereka yang berlaku tidak benar di hadapan Allah. Tuhan Yesus memberkati.