Minggu, 21 Februari 2021

MANUSIA MEMBUTUHKAN RELASI

"TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2: 18).

Ayat ini sangat dominan dihubungkan dalam konteks pernikahan, sehingga tidak sedikit para hamba-hamba Tuhan mengambil ayat ini sebagai dasar atau landasan khotbah pernikahan. Hal itu berangkat dari pemahaman bahwa manusia ketika itu  hanya seorang diri sementara cipataan Allah yang lainnya hidup berpasang-pasangan, lalu Allah berfirman "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Ayat ini harus dipahami secara lebih luas dan melihat jauh ke depannya, sebab manusia tidak hanya membutuhkan relasi internal saja tetapi juga relasi eksternal. Manusia tidak hanya butuh pemdaping hidup dalam relasi sebagai suami istri tetapi juga relasi yang lebih luas dengan orang lain. Manusia butuh berinteraksi dengan orang lain, membangun wawasan dan pengetahuan yang lebih luas yang kemudian menjadi jawaban atas kebutuhan sosial yang kompleks sehingga dapat bekerja sama. Itulah sebabnya manusia membutuhkan relasi yang lebih luas. Relasi memungkinkan kita bisa terhubung dengan lebih banyak orang, berinteraksi dan membangun komunikasi.

Relasi dan komunikasi menjadi jembatan untuk mencapai tujuan yang diperlukan hidup bersama sebagaimana maksud Allah menempatkan orang lain di sekitar kita, yaitu;

Pertama Agar Manusia Dapat Berinteraksi Dengan Orang-orang Yang Tepat. Tepat dalam artian orang yang memiliki pikiran, pengetahuan dan tujuan yang sama dengan kita. Siapa dia? Itulah orang-orang yang ada di sekitar kita bahkan yang jauh dan tidak kita kenal. Itulah yang dimaksudkan dengan "Sepadan". Sebab ciptakan Allah yang lainnya tidak memiliki seperti apa yang manusia miliki. Allah mengetahui hal itu bahwa manusia tidak mungkin berinteraksi dengan binatang untuk mencapai tujuannya, manusia butuh manusia untuk membangun relasi.

Kedua, Agar Manusia Bisa Hidup Menanggung Beban Bersama. Manusia tidak bisa hidup secara individu, jujur dan harus diakui, itulah sebabnya Allah berfirman "Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja...". Berdasarkan kenyataan ini manusia membutuhkan relasi supaya manusia itu "Menjadi Baik", dalam hal baik keadaannya, baik kelangsungan hidupnya. Manusia tidak lagi bergumul menanggung beban sendiri, Tuhan menempatkan penolong yang sepadan, yaitu sesama kita. 

Manusia membutuhkan relasi, dan kenyataan ini tidak dapat dipungkiri. Relasi itu supaya kita bisa berinteraksi dengan orang-orang yang tepat dan supaya bisa menanggung beban bersama. Dalam situasi COVID-19 ini sangat relevan sekali, mau tidak mau, jujur atau tidak kita membutuhkan relasi. Mari membuka diri dengan sesama kita dan bangun komunikasi yang intens dengan sesama kita supaya kita bisa saling menopang, saling menguatkan dan saling mendorong untuk melakukan kebajikan. Tuhan Yesus memberkati.

Salam sehat:
Pdt. Ketut Mardiasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar